Untuk Guru, Kementerian Agama Gratiskan S2 Ke Finlandia

Jika Anda seorang guru, melanjutkan pendidikan pascasarjana atau S-2 adalah sebuah harapan. Namun banyak guru dihadapkan pada  kendala untuk kuliah S-2. Salah satu kendalanya adalah soal biaya. Namun bagi Anda guru di lingkungan Kementerian Agama ada kabar baik di tahun ini. Bersumber dari portal kemenag.go.id, Kementerian Agama akan memberikan beasiswa S-2 ke luar negeri.

Hal ini merupakan wujud kepedulian Kementerian Agama untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru-guru di lingkungan Madrasah. Salah satunya melalui pemberian beasiswa pascasarjana tersebut.

Kementerian Agama dalam program tahun-tahun sebelumnya kerap memberikan beasiswa S2dalam negeri kepada guru guru terpilih dilingkungan kementerian Agama. Namun kali ini Kemenag memprogramkan beasiswa S2 ke luar negeri. Dan negara yang akan menjadi tujuannya adalah negara di eropa utara yaitu, Finlandia.

Mengapa ke Finlandia, bukan ke Jepang atau Amerika Serikat, atau negara maju lainnya? Mungkin saja alasannya karena pendidikan di Finlandia adalah nomor satu di tingkat dunia.

Baca Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia ada di Finlandia

Kepastian program pemberian Beasiswa S2 bagi Guru Madrasah ke Finlandia ini disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin saat membedah RKA-KL Direktorat Pendidikan Madrasah pada Rabu (25/01) di Tangerang Selatan.

Namun beasiswa S 2 ke Finlandia quotanya tidaklah banyak. Hanya akan diberangkatkan sekitar 20 sampai 30 guru, terbaik, seperti yang disampaikan Kamarudin Amin. Menurutnya, untuk tahun pertama, beasiswa akan diberikan kepada 20 – 30 guru terbaik dan mempunyai komitmen kebangsaan yang tinggi. “Program S2 Reguler di dalam negeri sementara kita hilangkan dulu, dialihkan ke beasiswa luar negeri, yaitu S2 Finlandia,” ujarnya.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini berharap program S2 guru ke Finlandia ini mampu mengangkat harkat dan martabat profesi dan keilmuan guru-guru madrasah.

Selain beasiswa, Kemenag juga akan melanjutkan Program Visiting Teacher Guru Madrasah ke Wilayah Perbatasan Negara. Secara khusus, Kamaruddin Amin mengapresiasi program ini dan berharap agar tahun ini konsepnya disiapkan lebih baik, dengan tujuan dan target yang lebih jelas, serta dituangkan dalam pedoman.

“Guru yang di kirim adalah guru-guru yang terseleksi dengan benar dan berwawasan kebangsaan serta moderat,” tambahnya.

Kemenag tahun 2017 juga akan terus melakukan penguatan kelembagaan madrasah, khususnya akreditasi madrasah. Pasalnya, saat ini baru 80% dari sekian ribu madrasah yang telah terakreditasi. “Anggaran harus juga dialokasikan untuk melakukan pendampingan madrasah agar bisa mendapatkan akreditasi dengan nilai terbaik,” lanjut Kamarudin.

Tentu ini adalah kabar gembira bagi kalangan pendidik di lingkungan Kementerian Agama untuk terus meningkatkan keilmuan dan dapat menjadikan kualitas pendidikan khususnya di madrasah  lebih maju lagi.

Sumber : laman kemenag.go.id

, , ,

Post navigation