Inilah Sistem Pendidikan di Finlandia

Finlandia bagi kebanyakan orang di negara kita, mungkin tidak se tenar negara Jepang, Singapura, maupun Korea Selatan. Sebuah negara yang berada di benua Eropa utara, yang lebih dikenal dengan wilayah skandinavia ini ternyata memiliki kelebihan dalam bidang pendidikan. Finlandia beberapa kali di nobatkan sebagai yang terbaik dalam bidang pendidikan anak-anak di dunia.

Pendidikan di negara asal pabrik Nokia ini berdiri, sangat bertolak belakang dari sistem pendidikan di negara lain, termasuk negara-negara yang sudah mapan semacam, Amerika, Jepang, Korea Selatan, bahkan akan sangat berseberangan dengan konsep pendidikan di negara kita Indonesia.

bermain bagi anak-anak finlandia adalah kebutuhan yang harus dipenuhi
bermain bagi anak-anak finlandia adalah kebutuhan yang harus dipenuhi

Pentingnya waktu bermain untuk anak-anak
Jika di Indonesia, konsep pendidikan yang akan diterapkan seperti “ Full day Scholl” yang artinya jumlah waktu belajar atau berada di sekolah jauh lebih lama. Berbanding terbalik jika kita melihat sistem pendidikan negara yang beribukota di Helsinki.

Waktu untuk belajar di sekolah-sekolah di Finlandia menerapkan rumus satu jam belajar langsung istirahat 15 menit, dan begitu seterusnya. Waktu istirahat yang alokasinya 15 menit digunakan oleh anak-anak untuk bermain. Permainan yang anak-anak Finlandia lakukan tidak terbatas modelnya. Mereka bebas melakukan permainan apapun. Seringkali anak-anak justru menciptakan permainan baru sesuai dengan imajinasi yang ada di kepala mereka. Kegiatan permainan bagi anak dipercaya dapat merangsang kreatifitas, ketrampilan sosial, kolaborasi dan kepemimpiana disamping anak-anak juga olah gerak, untuk meningkatkan fisik.

Kegiatan bermain yang dilakukan anak-anak setelah satu jam belajar dipercaya dapat merangsang otak untuk tumbuh dan berkembang dengan simbag sehingga mebantu performa akademik. Jumlah jam belajar di Finlandia tidak seperti di Indonesia yang mulai jam tujuh pagi sampai jam satu siang atau kurang lebih 7 jam. Anak-anak Finlandia belajar cukup 4 sampai 5 jam. Dengan perincian setiap satu jam istirahat lima belas menit. Maka tidak heran jika jumlah waktu belajar anak-anak sekitar 80 % dan sisanya digunaan untuk bermain.
Prisnsipnya : “ The children can’t learn if they don’t play. The children must play.” Waktu bermain di sini tentu diluar waktu jam olahraga.

Pentingya kreativitas
Menurut guru Finlandia mata pelajaran terpopuler di kalangan siswa adalah art and craft terutama kerajinan kayu. Dan pembelajaran art and craft benar-benar diajarkan dan difasilitasi dengan baik oleh pihak sekolah. Ini akan berbeda jika kita melihat pendidikan di Indonesia. Di negara Indonesia mata pelajaran art and craft atau seni dan budaya diajarkan hanya setengah-setangah. Terutama di pendidikan sekolah dasar. Hal ini karena banyak dari guru di sekolah dasar bukanlah pengajar seni. Dan sangat jarang ada guru seni di sekolah tingkat dasar kecuali untuk sekolah-sekolah yang dibentuk oleh swasta.

Berapa jam pelajaran seni di sekolah Finlandia? Ternyata jumlah jam pelajaran seni di negara tersebut lebih banyak alokasinya dibanding dengan pelajaran matematika. Ini pun akan bertolah belakang dengan sistem pembelajaran di Indonesia, yang lebih banyak waktu untuk belajar matematika. Bahkan tidak bisa disanggah lagi saat mendekati ujian sekolah, anak-anak akan di genjot terus menerus di recoki dengan materi matematika. Karena kita sadar matematika di negara Indonesia merupakan pelajaran yang diagungkan. Siswa akan dikatakan pandai, jika nilai matematikanya 9 atau 10. Siswa yang misalnya pelajaran SBKnya nilainya 9 akan dikatakan bodoh jika nilain matematikanya 4.
Pelajaran yang alokasinya terbanyak di sekolah Finlandia ternyata pelajaran bahasa. Kemudian disusul dengan pelajaran seni.

Seorang guru mengajar anak mengikuti kenaikan kelas
Di Sekolah-sekolah Finlandia di temukan guru mengajar kelas atau kelompok siswa yang sama selama beberapa tahun, bahkan ada yang bisa selama keseluruhan enam tahun di sekolah dasar. Cara ini disebut dapat membuat guru lebih mengenal siswa dan menyesuaikan cara penyampaian pelajaran kepada siswa sesuai dengan perkembangan. Dengan cara ini juga guru akan jauh lebih mengenal siswa baik dari segi akademik, sosial dan emosionalnya dengan lebih baik.

Tidak ada anak bodoh
Sekolah-sekolah di Finlandia dalam mengevaluasi anak-anak tidak perlu perangkingan. Mereka tidak mengadopsi sistem ranking karena dengan sistem ranking baik ranking kelas maupun sekolah hanya akan mengolongkan anak-anak menjadi kelompok anak pintar dan satunya lagi kelompok anak bodoh. Mereka percaya bahwa setiap anak adalah hebat, setiap anak adalah pintar, setiap anak adalah ranking satu semuanya.

Tidak ada ujian sekolah atau ujian nasional
Jika di Indonesia ujian sekolah atau ujian nasional desebut sebagai pemetaan kualitas pendidikan. Namun dalam prakteknya banyak oknum yang memanfaatkan ujian sekolah sebagai satu-satunya petunjuk bahwa sekolah tersebut bermutu. Dan akhirnya mereka melakukan kecurangan-kecurangan. Banyak beredar berita tentang bocornya soal ujian, saat ujian siswa mengerjakan kerja sama, dan permasalah lain terkait dengan ujian yang ada di Indonesia. Di Finlandia tidak ada cerita ini dan tidak ditemukan. Karena di sana tidak ada ujian sekolah maupun ujian nasional.
Pemerintah percaya kepada guru-guru disana sebagai orang yang paling tahu perkembangan siswa. Guru dianggap paling mengetahui cara tepat mengevaluasi siswa. Evaluasi siswa juga beragam karena pendidkan di sana tidak ada pelajaran utama, tidak ada pelajaran penting.

Semua sekolah setara, dan sama mutunya
Ini pasti cerita yang berulang bagi orang tua di Indonesia saat anak-anak mereka akan memasuki sekolah dasar (SD atau SMP). Jika ditanya pasti mereka akan memilih anak-anaknya bersekolah di Sekolah A, Sekolah B karena sekolah tersebut adalah sekolah unggulan. Bahkan ada yang rela menyogok kepad pihak sekolah agar anaknya yang tidak lolos tes dapat diterima di sekolah tersebut. Sekolah di Indonesia menjadi ajang gengsi, bukan adu kepinteran.
Akan berbeda cerita bagi orang tua di Finlandia, mereka tidak perlu pusing mencari sekolah mana yang paling baik, sekolah mana yang paling bermutu, karena sekolah-sekolah yang ada di Finlandia semuanya mengajarkan sistem yang sama, mengajarkan dan memupuk semua potensi yang ada pada siswanya.

Berusia 7 Tahun Baru boleh memasuki Sekolah
Tentang minimal batas usia anak-anak memasuki sekolah tingkat dasar baik di Indonesia maupun Finlandia sama saja. Yang membedakan kenyataannyaa. Banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang memperbolehkan seorang anak yang masih berumur di bawah tujuh tahun untuk memasuki kelas satu sekolah dasar. Banyak faktor yang membuat peraturan yang mengharuskan seorang anak mendaftar di sekolah dasar kelas satu berumur 7 tahun tidak di laksanakan, beberapa alasannya adalah, keinginan orang tua atau masyarakat. Selain itu juga faktor mencari murid sebanyak-banyaknya. Dengan murid yang banyak, tentu dana operasional sekolah akan meningkat.
Hal ini tidak akan dijumpai di Finlandia. Masyarakat, maupun pihak sekolah sudah mengatahui manfaat jika anak sekolah berumur kurang lebih 7 tahun. Dengan umur yang terbilang terlambat ini, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, tidak hanya di Indonesia, namun justru mampu membuat anak-anak berkembang pada usia selanjutnya.

Target Pembelajaran di buat oleh siswa
Target atau capean kompetensi pelajaran di Finlandia ditentukan sendiri oleh siswa denan bantuan orang tua siswa. Mereka memahami bahwa belajar adalah sebuah proses, yang tidak bisa di samakan antara satu anak dengan anak lainnya. Maka target capean kurikulum yang biasanya terjadi di negara Indonesia, tidak akan dijumpai di Finlandia. Kurikulum di Finlandia mengedepankan integrasi antara teori dan praktek terutama dalam pelajaran sains sehingga siswa dapat belajar banyak mengenai pemecahan masalah.

Setiap Sekolah mempunyai guru Konseling
Guru BK, istilahnya, di Finlandia sangat diperlukan. Tiap sekolah pasti memiliki guru konseling. Dengan ditugaskan guru konseling tersebut, setiap anak dapat mengutarakan isi hati apapun termasuk permasalaha diluar materi belajar. Guru konseling disana pun terlihat aktif membimbing, memecahkan masalah jika ada persolan yang ada pada siswa.

Kualitas Guru
Kemuajuan sebuah pendidikan tidak lepas dari guru. Negara Finlandia tahu betul dengan pendapat tersebut. Maka, pemerintah Finlandia dengan bangga dan senang hati memberikan gaji atau pendapatan yang tinggi kepada guru-guru di sekolah.

Jika ingin berprofsi sebagai guru, orang Finlandia harus rela mengikuti seleksi yang ketat. Calon guru yang akan masuk ke perguruan tinggi keguruan pun berjuang ketat karena persaingan menjadi guru sangat berat. Jika di Indonesia jurusan Dokter merupakan jurusan yang ekslusif, maka di Finlandia jurusan gurulah yang menjadi primadona bagi kalangan masyarakat di sana.

……….

Apa yang dilakukan pemerintah Finlandia sekarang ini dalam bidang pendidikan, bermula dari reforasi pendidikan pada tahun 1968. Pada saat itu Finlandia menerapkan pendidikan dasar sembilan tahun. Dan seorang guru yang berhak mengajar di jenjang sekolah dasar harus mempunyai kualifikasi akademik strata dua atau S-2.
Kurikulum yang diterapkan di negara finlandia sangat fleksibel, tidak mematok pencapaian kompetensi yang justru membebani siswa. Anak-anak sangat menikmati dan nyaman belajar di sekolah. Anak-anak tidak dipaksa harus mendapat nilai 9 atau 10. Mereka bebas menentukan sendiri pencapaian kompetensinya.

Guru selalu memberi fasilitas belajar kepada peserta didik dengan dukungan pemerintah. Guru disana juga sangat berkompeten dan profesional.
Beberpa gambaran mengapa pendidikan di Finlandia sangat maju di atas tentunya dapat kita ambil beberapa yang cocok dengan kultur masyarakat di Indonesia. Beda negara tentu beda juga sistemnya. Namun yang perlu menjadi poin pokok adalah hal ketaatan, kejujuran, kosistensi, dan kebenararan. Selama nilai-nilai tersebut tidak menjadi pedoman yang kokoh. Sehebat apapun kurikulum, setinggi apapun gaji guru, semegah apapun gedung sekolah pasti tidak akan menghasilkan anak-anak yang bermutu.

Maju terus pendidikan di Indonesia !

, , ,

Post navigation

One thought on “Inilah Sistem Pendidikan di Finlandia

Comments disabled.