Sekolah ini Miliki Satu Guru dan Satu Murid

Sekolah adalah tempat untuk mengajar, mendidik, dan membimbing anak anak. Pendidikan merupakan faktor kunci kemajuan sebuah bangsa. Kita kenal negara Jepang seperti saat ini, karena bangsa Jepang melakukan langkah reformasi pertama kali di bidang pendidikan.

Selain sebagai tempat untuk mendidik siswa, sekolah juga berfungsi sebagai tempat untuk bersosialisasi. Anak-anak yang bersekolah disamping mendapat bimbingan pengetahuan juga diharapkan bersosialisasi dengan teman-teman di sekolah tersebut. Baik untuk kegiatan belajar ataupun bermain bersama.
Tidak mengherankan jika sekolah yang kita kenal selama ini pasti memiliki setidaknya lebih dari 50 siswa. Selain itu di lembaga sekolah kita juga menemukan beberapa tenaga pendidik, yaitu guru. Dan sekolah tersebut dipimpin oleh Kepala Sekolah.
sekolah-dengan-seorang-guru-dan-seorang-siswa
Seorang Guru dan Seorang Murid

Akan tampak aneh jika sebuah sekolah hanya memiliki seorang murid plus seorang guru. Ini benar-benar sekolah bukan tempat les dan kursus. Ternyata ini dijumpai di sebuah sekolah tingkat dasar ( Setara SD, di Indonesia) yang berada di Desa Gaoyang, China. Sekolah tersebut ternyata banya memiliki seorang guru dan seorang murid.

Lucunya kegiatan belajar dan mengajar di sekolah ini tetap berjalan. Dalam sebuah foto ditunjukan seorang anak yang duduk manis di tengah-tengah ruang kelas, sambil memperhatikan sang guru mengajarkan pelajaran. Tampak ruang kelas itu sunyi tidak seperti keadaan ruang kelas di sekolah di Indonesia, yang riang riuh oleh polah anak-anak. Tampak sang guru sedag menyampaikan pelajaran matematika materi sudut. Sang murid duduk serius memperhatikan.

Wu Tao, menjadi murid emas dari sang guru faforitana Xiang Zhengguo. Mereka berdua tampak menikmati kesendirian di sekolah tersebut, tanpa mengurangi semangat untuk belaja dan mengajar.

Usut punya usut sokolah yang terletak di daerah pedesaan ini hanya memiliki satu guru dan satu siswa karena warga di desa tersebut lebih memilik menyekolahkan anaknya di kota. Hal ini juga imbas dari kebijakan pemerintah China dalam reformasi pendidikan dan dampak dari urbanisasi secara besar-besaran.

Karena menjadi satu-satunya guru di sekolah tersebut, Xiang Zhengguo, harus mengajarkan semua pelajaran yang diajarkan sesuai kurikulum yang berlaku. Sang guru mengajarkan bahasa China, Matematika, seni musik dan pelajaran lainnya.

, ,

Post navigation