Harga Rokok Naik Silahkan Saja

Isu kenikan harga rokok yang ditendang oleh Pemerintah mendapat tangkapan yang beragam dari berbagai pihak. Ada yang mendukung, ada yang menolak, ada yang mengecam, ada yang mempolitisir. Satu suara untuk mengiyakan harga rokok naik memang sulit, di negeri yang berbhineka ini.

Sejarah rokok
Sejarah rokok

Rokok merupakan fenomena tersendiri. Di satu sisi sangat merugikan kesehatan di sisi lain tenaga kerja padat karya pada usaha rokok membuat pemerintah ‘ragu’ mengetuk kenikan harga rokok.

Apapun perbedaan menanggapi isu tersebut, harus ada satu kesepakatan. Apakah kenaikan harga rokok tersebut, untuk menaikan cukai rokok yang akhirnya pendapatan negara meningkat atau kenaikan harga rokok tersebut untuk meminimkan perokok tak lagi merokok atau memutus rantai perokok muda. Kedua poin itu lah yang terpenting untuk di garis bawahi. Pemerintah harus tegas meletakkan dasar pengambil keputusan menaikan harga rokok.

Harapan kenaikan cukai rokok dengan asumsi pendapatan negara meningkat bisa dikatakan langkah ini tidak tepat. Banyak negara yang menaikan harga rokok bukan untuk menaikan pendapatan dari pajak penjualan rokok, namun cenderung untuk melindungi rakyatnya dari bahaya merokok.

Pijakan yang tepat tentu bertolak dari kenaikan harga rokok untuk melindungi masyarakat agar tidak lagi menjadi perokok, dan juga memutus rantai perokok muda. Dengan pijakan ini pemerintah atau negara tidak perlu mengambil keuntungan dari harga rokok yang mengalami kenaikan. Ibaratnya rugi atau tidak, asal rakyat hidup dengan sehat, dapat memanfaatkan uang untuk kegiatan yang positif, itu akan jauh lebih baik dari keuntungan secara finansial.

Bagaimana sikap pemerintah
Sikap pemerintah harus tegas pijakan sebagai dasar kenaikan harga rokok. Jika tidak pemerintah akan selalu digiring oleh pelaku industri maupun lawan politik, yang akan terus memagari rencana tersebut.

Industri rokok banyak yang bangkrut, banyak terjadi PHK. Angka kemiskinan meningkat. Bisa jadi benar, namun tidak begitu saja membunuh perindustrian rokok. Efeknya jelas akan lebih baik. Orang semakin sedikit merokok, uang yang digunakan semula untuk rokok dapat digunakan kegiatan positif. Pada intinya banyak manfaat yang didapat masyarakat dan negara dari kenaikan harga rokok.

Manfaat itu antara lain bisa menurunkan tingkat konsumsi rokok di rumah tangga miskin. Mengapa karena 70 persen konsumsi rokok justru menjerat rumah tangga miskin. Data Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahunnya menunjukkan bahwa pemicu kemiskinan di rumah tangga miskin adalah beras dan rokok. Dengan harga rokok mahal, keterjangkauan mereka terhadap rokok akan turun.

Dengan naiknya harga rokok bisa meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab, uang yang selama ini digunakan membeli rokok bisa dikonversi untuk bahan pokok. Kenaiman harga rokok bisa juga meningkatkan pendapatan negara dari cukai itu sendiri.

Kenaikan harga rokok sendiri patut dicoba, untuk mengurangi konsumsi terutama masyarakat miskin terhadap rokok. Pernah ormas Islam mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok, namun masyarakat khususnya umat Islam tidak mengikuti fatwa tersebut, bahkan dari kalangan ormas Islam tersebut. Banyak yang berhenti merokok karena fatwa tersebut, namun jauh lebih banyak yang menganggapnya tak bertentangan dengan syariat Islam.

Pemerintah harus berani mengambil keputusan, tidak salahnya mencoba, demi terbebasnya masarakat dari rokok.

,

Post navigation