Gelar Sarjana Islam Berubah

Mulai tahun ini, lulusan Perguruan Tinggi Agama di bawah Kementerian Agama akan menyandang gelar kesarjanaan yang berbeda dari sebelumnya. Jika mahasiswa jurusan pendidikan Islam selesai menempuh studi, tidak akan ada lagi tertulis gelar di Ijazah berupa S. Pd.I namun cukup menjadi S. Pd. Hal ini berarti gelar yang dipakai sarjana pendidikan persis sama seperti gelar lulusan pendidian umum lainnya yang berasal dari universitas, atau institut keguruan umum.

gelar sarjana perguruan tinggi Islam resmi berubah
gelar sarjana perguruan tinggi Islam resmi berubah

Tidak hanya jurusan Pendidikan saja yang berubah namun semua jurusan yang ada di perguruan tinggi Agama mengalami perubahan gelar akademik. Perubahan ini berdasar dikeluarkann Peraturan Menteri Agama atau yang dikenal dengam singkatan PMA bernomor 33 Tahun 2016. PMA ini berisi Tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan. Dengan berlakunya PMA Nomor 33 Tahun 2016, ini maka gelar akademik yang berhak disandang oleh mahasiswa setelah menyelesikan studi maka penulisannya wajib menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidahnya.

Jika gelar akademik yang dipakai sebelumnya mengacu padaPMA No. 36 Tahun 2009 Tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama. Diantara gelar di dalam PMA tersebut misalnya untuk Starata Satu (S1); S.Ud (Sarjana Ushuluddin untuk Fakultas Ushuluddin), S.Sy (Sarjana Syariah), S.Kom.I (Sarjana Komunikasi Islam untuk Fakultas Dakwah, S.Pd.I (Sarjana Pendidikan Islam untuk Fakultas Tarbiyah) dan SE.Sy (Sarjana Ekonomi Syariah untuk Fakultas Ekonomi).

PMA Nomor 33 Tahun 2016 ini telah ditetapkan dan diundangkan pada tanggal 09 Agustus 2016 serta telah dicatat dalam Berita Negara RI Nomor 1170 Tahun 2016. Maka bagi lulusan Perguruan Tinggi Agama setelah tanggal 9 Agustus sudah menggunakan gelar-gelar dalam PMA tersebut. Untuk lengkapnya perubahan gelar akademik perguruan tinggi Agama dapat di lihat sebagai berikut ;

Gelar S. Ag (sarjana Agama) untuk S-1 dan M. Ag (Magister Agama ) untuk S-2. gelar ni disandang pada jurusan :
Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Ilmu Hadist, Aqidah dan Filsafat Islam, Ilmu Tasawuf, Studi Agama Islam, Tasawuf dan Psikoterapi, Studi Islam Interdisipliner dan Ma’had ‘Aly.

Bergelar S.H atau Sarjana Agama untuk strata satu, sedangkan strata dua bergelar M.H, Magister Hukum, bagi jurusan :
Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Hukum Pidana Islam (Jinayah), Hukum Tata Negara Islam, Perbandingan Mazhab, Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) dan Ilmu Falak.

Sejarah Perbandingan Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Tarjamah, Ilmu Seni dan Arsitektur Islam , bergelar Sarjana Humaniora disingkat S. Hum.

Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Jurnalistik Islam, Sosiologi Agama, akan menyandang gelar Sarjana Sosial, disingkat S. Sos.

Gelar Sarjana Pendidikan, atau S. Pd. Sedangkan untuk strata dua bergelar M. Pd atau Magister Pendidikan, diguankan untuk jurusan :

Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Bimbingan dan Konseling Islam, Tadris Bahasa Indonesia, Tadris Bahasa Inggris, Tadris IPA, Tadris IPS, Tadris Matematika, Tadris Biologi, Tadris Fisika, Tadris Kimia.

Ekonomi Syariah, Perbangkan Syariah, Asuransi Syariah, Menejemen Bisnis Syariah, Menejemen Keuangan Syariah, Menejemen Keuangan Micro Syariah, Menejemen Haji dan Umroh, Menejemen Zakat dan Wakaf, Menejemen Pariwisata Syariah akan menggunkan gelar Sarjana Ekonomi, atau S. E. Sedangkan jurusan Akuntansi Syariah akan bergelar S. Akun untuk strata satu dan strata dua bergelar Magister Akuntansi, disingkat M. Akun. Untuk jurusan Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah bergelar S. Tr. Akun atau Sarjana Terapan Akuntansi.

Gelar, S. Psi untuk S -1 dan M. Psi untuk S-2 didapat setelah seorang mahasiswa menempuh studi Psikologi Islam, dan S.IP diperuntukan bagi jurusan Perpustakan dan Inforasi Islam.

Untuk strata dua (S2), gelarnya hanya mengganti “S” (Sarjana) menjadi “M” (Magsiter) dan selanjutnya sesuai dengan Fakutas/Jurusan. Dan untuk S3 (strata tiga) semua Fakultas/Jurusan/Bidang Keilmuan gelarnya “Dr” (Doktor).

Disebutkan dalam peraturan tersebut bahwa perubahan gelar akademik yang sekarang ini bersifat akomodatif terhadap perkembangan ilmu. Dan selanjutnya dengan di berlakukannya Peraturan Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2016 ini maka Sejumlah gelar akademik baik baik Sarjana S1, S2 dan S3 yang berlaku sejak tahun 2009 lalu secara resmi dinyatakan tidak berlaku lagi.

Bagaimana apakah Anda setuju dengan perubahan tersebut? Setuju atau tidak, perubahan gelar akademik yang sekarang ini bersifat akomodatif terhadap perkembangan, kata bunyi pasal 2 ayat satu dalam peraturan menteri Agama tersebut.

, , ,

Post navigation

4 thoughts on “Gelar Sarjana Islam Berubah

  1. Sip. Bagus lah biar gk ada klihatan bedax dgn kampus umum, karna pada hakikat tdak ada istilah ilmu agama atau ilmu umum. Yg ada hanya satu yaitu ilmu pengtahuan. S.pd.I mnjdi s.pd. jadi gk lagi beda dgn lulusan kampus umum.
    Menrut ini saya ini bisa sbagai lagkah untk mghilang dovktrin2 blanda terhadap pendidikam di indonesia.
    Ada pendidikan umum dan pendidkan agama it adalah doktrin blnda..
    Jdi saya sangat stuju.
    Kbutulan saya lukusan tahun ini. Jdi glas jdi, S.Pd hehehe trimakasih pak mentri

  2. Trims atas info yg brmanfaat ini gan, yg jelas sbg lulusan thn ini di fak. Ahwal Syakhsiyyah sy bnar2 merasa kecewa trhadap PMA tsb. Sy kira faktor akomodatif bkn alasan terbaik. Akan tetapi menteri yg brsangkutan hanya mencari muka d masyarakat kita agar dinilai bekerja.

Comments disabled.